Rena ingin sekali bersahabat dengan Ratna, teman sekelasnya. Ia sebangku dengan Ratna. Namun ketika ia ingin mengatakaanya ia merasa kehabisan keberaniannya. Semburat merah muncul ketika ia mengatakan, “Ra.. Ratna, a..aku.” Ratna membalas batinan Rena. Namun, Rena tidak lagi melanjutkan perkataannya.
Ia malu. Ratna itu orangnya baik, pintar, tidak pelit dan tidak sombong. Itu yang membuat Rena salut kepadanya. Tidak seperti sahabatnya, Uti. Ia mudah marah dan tersinggung serta kesombongan dan angkuhnya. Itu membuat Rena malas menjalin persahabatan pada Ratna.
Hingga suatu hari, entah dari mana keberanian Rena mengatakan, “Ratna maukah kamu menjadi sahabatku?” Tanya Rena tanpa gugup.
Ratna tersenyum lebar. “Bukankah dari dulu kita sudah bersahabat?” Ucap Ratna sambil tersenyum lembut. Rena membalas senyumnya. Ia lega dengan jawaban sahabat barunya.
Kini mereka menjalin persahabatan dengan baik. Uti pun belajar dari Ratna untuk belajar jadi sahabat yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar